×

Masjid Qarnul Manazil (Al Sail Al Kabir) Kota Thaif

  • Posted:
  • Author:
Masjid Qarnul Manazil (Al Sail Al Kabir) Kota Thaif

Masjid Qarnul Manazil (Al Sail Al Kabir)

Masjid Qarnul Manazil (Al Sail Al Kabir)

Salah satu miqat (tempat dimulainya umroh dan haji) adalah di Qarnul Manazil atau Al Sail Al Kabir. Lokasinya berjarak 94 kilometer di sebelah timur Kota Makkah. Miqat ini diperuntukkan bagi jamaah umroh dan haji yang datang dari arah Najd atau Riyadh. Selain itu, diperuntukkan bagi jamaah haji yang berasak dari timur Kota Makkah.

Sejarah Qarnul Manazil ini masih memiliki keterkaitan dengan kisah Nabi Muhammad SAW di Thaif. Yaitu kisah pertemuan Nabi dengan Malaikat Jibril. Ketika itu, dalam tahun ke-10 kenabian (619 M), Nabi pulang dari Thaif dalam keadaan sedih atas sikap dan perlakuan penduduk Makkah dan Thaif terhadap beliau.

Imam Bukhari, salah seorang imam hadits terkemuka, meriwayatkan, ketika Nabi Muhammad SAW sampai di Qarn Al Manazil, Jibril datang dan mengatakan kepada beliau: 

“Sesungguhnya Allah telah mendengar ucapan dan penolakan kaummu itu atasmu. Dan Allah telah mengutus kepadamu Malaikat Penjaga Gunung agar kamu dapat memerintahnya sesuai dengan keinginanmu untuk membalas mereka. “Malaikat Penjaga Gunung itu lalu memanggilku dan mengucapkan salam kepadaku, lalu berkata: “Hai Muhammad, apa yang engkau inginkan. Jika engkau ingin aku menimpakan atas mereka dua gunung ini (Gunung Kubais dan Gunung Qaiqu’an/keduanya disebut Al Akhsyaban), maka akan aku lakukan.”

Kemudian Nabi menjawab: “Aku malah mengharap agar Allah menjadikan anak cucu mereka orang yang menyembah-Nya, meng-Esakan-Nya, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu."

Masjid Qarnul Manazil (Al Sail Al Kabir)

Sejarah Kota Thaif dan Kisah Kedatangan Rasulullah SAW

Kota Thaif adalah kota besar ketiga setelah Kota Makkah dan Madinah. Kota ini berada di sebelah tenggara Makkah yang berjarak sekitar 75 mil. Kota Thaif didiami oleh suku Tsaqif atau Bani Tsaqif menyimpan sejarah keislaman sebab Rasulullah SAW pernah mendatangi kota tersebut untuk berdakwah.

Sejarah Kota Thaif

Mengutip dari buku Sirah Nabawiyah karya Abul Hasan Ali al-Hasani an-Nadwi, nama Thaif diambil dari keberadaan pagar atau tembok yang mengelilingi kota tersebut. Kota Thaif dihuni oleh orang-orang kaya dan para pemuka kaum Quraisy yang membangun istana-istana di sana.

Namun, kekayaan yang melimpah tersebut justru mengakibatkan kerusakan moral masyarakat. Orang kaya yang tinggal di Kota Thaif dikenal gemar melakukan perbuatan riba, zina, dan meminum khamr.

Kota Thaif memiliki sumber air yang melimpah, tanah yang subur, pepohonan yang berbuah lebat sehingga di kota itu banyak pembuatan khamr atau minuman anggur. Keadaan tersebut masih ada dan berlangsung hingga sekarang.

Orang-orang dari suku Bani Tsaqif memegang kepemimpinan di Kota Thaif. Suku Bani Tsaqif juga menjadi salah satu suku terbesar di Jazirah Arab yang diakui kekuatan dan kekayaannya.

Di zaman Rasulullah SAW, orang-orang di Kota Thaif yang berasal dari suku Bani Tsaqif bermusuhan dengan kaum Quraisy dalam bidang spiritual dan sosial politik.

Kota Thaif pada saat itu menjadi tempat penyembahan Lata, yaitu patung yang disembah dan dijadikan tujuan ritual tahunan. Sementara itu, kaum Quraisy memandang patung Lata sebagai pesaing patung Hubal atau patung milik kaum Quraisy yang paling besar.

Keadaan penduduk kota Thaif kurang lebih hampir sama dengan penduduk Quraisy yang menyembah patung. Hal tersebut membuat Rasulullah SAW memilih Kota Thaif sebagai tujuan dakwahnya setelah ia dihina dan mendapat kekerasan dari kaum Quraisy di Makkah.

Masjid Qarnul Manazil (Al Sail Al Kabir)

Kisah Kedatangan Rasulullah SAW ke Kota Thaif

Dalam buku 114 Al-Qur'an Stories karya Vanda Arie, diceritakan bahwa kedatangan Rasulullah SAW ke Kota Thaif bertujuan untuk menyampaikan dakwah dan memohon perlindungan kepada suku Tsaqif dari tekanan yang beliau terima di Makkah.

Kedatangan Rasulullah SAW ke Kota Thaif untuk berdakwah bisa jadi disebabkan karena Kota Thaif merupakan pusat kekuatan dan kepemimpinan yang kedua setelah Makkah atau sebab paman-paman beliau berasal dari Bani Tsaqif.

Setelah tiba di Kota Thaif, Rasulullah SAW kemudian menemui tiga pembesar Bani Tsaqif, yaitu Mas'ud, Abdu Yalail, dan Habib. Beliau duduk bersama mereka dan mengajak mereka untuk beriman kepada Allah SWT.

Ternyata, Rasulullah SAW justru menghadapi penolakan yang sangat keras dari suku Tsaqif. Mereka menghina Rasulullah, membujuk orang-orang bodoh dan budak-budak mereka untuk meneriaki beliau, kemudian melempari beliau dengan batu.

Zaid bin Haritsah, seorang sahabat yang menemani Rasulullah ke Kota Thaif, sudah berusaha melindungi beliau dari lemparan batu. Namun, batu tersebut tetap mengenai tubuh Rasulullah hingga berdarah-darah.

Rasulullah SAW bersama Zaid kemudian duduk beristirahat di bawah pohon kurma dalam keadaan menderita. Ternyata, apa yang ditemuinya di Kota Thaif jauh lebih berat daripada yang diterimanya dari orang-orang kafir Quraisy di Makkah.

Pada akhirnya, Zaid bin Haritsah bersama Rasulullah SAW kembali lagi ke Kota Makkah. Peristiwa itu menjadi awal pergerakan hijrah Nabi Muhammad SAW beserta sahabat dan penduduk muslim Makkah lainnya menuju Madinah.

Masjid Qarnul Manazil (Al Sail Al Kabir)

Penduduk Kota Thaif Memeluk Agama Islam

Dikisahkan dalam buku Dakwah Rasulullah karya Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, Penduduk Kota Thaif yang terdiri dari suku Tsaqif kemudian memeluk agama Islam sesudah Fathu Makkah, tepatnya setelah berakhirnya perang Hunain pada tahun kedelapan Hijriah.

Sejak saat itulah, Kota Thaif dan penduduknya dari suku Tsaqif menjadi kaum yanng beriman. Mereka melaksanakan ajaran Islam dengan ikhlas, tulus, dan sukarela.

Demikianlah sejarah Kota Thaif yang didiami oleh Suku Tsaqif. Kota Thaif sebagai kota yang subur dan sejuk semakin memperkuat posisi Islam sebagai agama yang membawa rahmat (rahmatan lil 'alamin)

Masjid Qarnul Manazil (Al Sail Al Kabir)

Apa Kata Mereka

MIMIK SUHARTATIK SOEHARTO

Alhamdulillah Travel Jasmine Memberikan pelayanan yang sangat berkesan. sukses Buat Jasmine

MIMIK SUHARTATIK SOEHARTO

H. MUCHAMMAD ROMLI MAT HADI, SURABAYA

Alhmadulillah dapat melaksanakan Ibadah Umroh Bersama Jasmine Tours. Dengan Fasilitas yang sangat memuaskan, juga dengan muthowwif yang sangat berpengalaman menjadi nilai plus trvael ini

H. MUCHAMMAD ROMLI MAT HADI, SURABAYA

ABDUR RACHMAN RASYID

Syukur yang tak terhingga kami ucapkan dapat melaksanakan Ibadah Umroh bersama Jasmine Tour & Travel. Dengan pelayanan dan fasilitas yang sangat memuaskan. Sukses selalu buat Travel Jasmine Tours Umroh & Hajj Service

ABDUR RACHMAN RASYID

AHMAD RAKHA HASIBUAN RAMLI

Travel Haji dan Umroh Recommended

AHMAD RAKHA HASIBUAN RAMLI

HUNAIDAH ACHMAD SYAMLAN, SITUBONDO

Walaupun aku diberi kesempatan bebarapa kali umroh sama Allah, tapi nggak tahu kenapa umrah kali ini bener-bener kena banget. Insyaallah. Terima kasih buat Jasmine Tours. Terima kasih banyak. Aku cuma bisa berdoa, aku bisa umroh lagi di Jasmine Tours. Insyaallah bisa haji. Amin.

HUNAIDAH ACHMAD SYAMLAN, SITUBONDO